Minggu, 06 Maret 2016

Mari Selamatkan Satwa dari Kebakaran Lahan dan Hutan

Berbagai upaya untuk menanggulangi kebakaran lahan dan hutan di Indonesia terus dilakukan. Mulai dari operasi darat yang melibatkan Brigade Manggala Agni, TNI, Polri, dan Masyarakat Peduli Api, instansi pemerintah dan perusahaan, sampai operasi udara dengan water bombing dan teknologi modifikasi cuaca untuk hujan buatan. Karena kebakaran lahan dan hutan (Karlahut) ini menimbulkan dampak yang besar bukan hanya terhadap kehidupan manusia tetapi juga kelestarian keanekaragaman hayati yang ada di dalamnya. Untuk itu diperlukan berbagai upaya untuk penanganan keanekaragaman hayati, terutama satwa liar yang terdampak kebakaran lahan dan hutan.

Satwa liar pada habitat alami akan lebih aman dari dampak kebakaran lahan dan hutan, karena satwa-satwa tersebut mempunyai insting untuk menyelamatkan diri dengan menuju sumber air. Bahkan biasanya sebelum terjadi bencana, satwa sudah terlebih dahulu bermigrasi mencari tempat aman, hal ini terbukti dengan belum adanya laporan satwa liar yang mati akibat kebakaran. Selama koridor satwa tersebut tidak terganggu aktifitas manusia dan terfragmentasinya, kemungkinan besar satwa tersebut bisa selamat dari kebakaran. Tim dari Balai Konservasi Sumber Daya Alam Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan terus melakukan patroli untuk memantau jika ada satwa yang terjebak kebakaran.

Jika masyarakat menemukan/menjumpai satwa yang terdampak kebakaran, diharapkan untuk tidak ditangkap atau dipelihara dan diharapkan untuk segera melaporkan dan menghubungi Balai Konservasi Sumber Daya Alam (KSDA) setempat, sebagai berikut:

Untuk daerah Sumatera:
Balai KSDA Aceh
Jl. Cut Nyak Dien Km. 1,2 Kotak Pos 29 Banda Aceh
Telp. (0651) 42694

Balai Besar KSDA Sumatera Utara
Jl. S.M. Raja No. 14 Km. 5,5 Marindal Medan
Telp. (061) 78660606

Balai Besar KSDA Riau
Jl. H.R. Soebrantas Km. 8,5 Kotak Pos 1048 Tampan Pekanbaru
Telp. (0761) 63135, 64053

Balai KSDA Sumatera Barat
Jl. Khatib Sulaiman No. 56 PO Box 188 Padang
Telp. (0751) 7053343

Balai KSDA Jambi
Jl. Arief Rachman Hakim No. 10B Lt.II Telanaipura, Jambi
Telp. (0741) 669224

Balai KSDA Sumatera Selatan
Jl. Kol. H. Burlian Km.6 Puntikayu No. 79 PO. Box 1288 Palembang
Telp. (0711) 410948

Balai KSDA Lampung
Jl. Zainal Abidin, Pagar Alam Rajabasa No.1B, Bandar Lampung
Telp. (0721) 703882

Balai KSDA Bengkulu
Jl. Mahoni No. 55 Rt. 10 Rw. 02 Padang Jati, Bengkulu
Telp. (0736) 21697

Untuk daerah Kalimantan:
Balai KSDA Kalimantan Barat
Jl. Jend. A. Yani No. 121 PO. Box 6264 Pontianak – 78124
Telp. (0561) 735635

Balai KSDA Kalimantan Tengah
Jl. Yos Sudarso No. 3 Kotak Pos 32 Palangkaraya – 73112
Telp. (0536) 3237034

Balai KSDA Kalimantan Selatan
Jl. Sei Ulin Simpang Empat PO. Box 1048 Banjarbaru – 70714
Telp. (0511) 4772408

Balai KSDA Kalimantan Timur
Jl. M.T. Haryono Kel. Air Putih PO.Box 1601 Samarinda
Telp. (0541) 743556

Dan wilayah KSDA lainnya di region Sulawesi, Maluku, dan Papua. Hal ini hendaknya menjadi perhatian serius berbagai pihak dan kita semua, sehingga kita dapat menyelamatkan flora dan fauna Indonesia.

Berdasarkan Satelit Terra dan Aqua, untuk Sumatera dan Kalimantan pada umumnya 2 (dua) hari terakhir (21 – 22 Oktober 2015) jumlah titik hotspot berkecenderungan menurun. Sedangkan di Indonesia bagian timur banyak terjadi peningkatan hotspot, yaitu di Provinsi Sulawesi Utara, Sulawesi Tengah, Sulawesi Selatan, Sulawesi Tenggara, Maluku dan Maluku Utara. Sedangkan berdasarkan satelit NOAA kenaikan jumlah hotspot hanya terjadi di Provinsi Jambi dan Sulawesi Utara.

Sumber : www.dephut.go.id


Tidak ada komentar:

Posting Komentar